Can’t Wait to Read it..
Woow.. Aku baru baca sebuah post dari blog yang biasanya ku gunain buat download lagu. Lalu, aku menemukan tulisan dia yang merekomendasikan sebuah buku kedua dari seorang blogger, judulnya Surat Kecil Untuk Tuhan, penulisnya Agnes Davonar. Pas aku baca lebih jauh, ternyata buku ini based on true story. Ceritanya tentang perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika (umur 13 tahun kalo nggak salah) memerangi kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Emang sekilas ceritanya mirip One Litre of Tears, sampe-sampe waktu mau menerbitkan buku ini, penulisnya menghadapi penolakan para penerbit yang takut dikira plagiat. Padahal buku itu based on true story dan asli Indonesia (Gita adalah remaja asli Indonesia, mantan artis cilik era tahun 1998-an). Walaupun wajah Gita digrogoti penyakit ganas tersebut dan telah divonis dokter hanya bisa bertahan hidup selama 5 hari, Gita tetap semangat dan pantang menyerah, bahkan Gita nggak pernah memberikan waktu untuk mengeluh sedetikpun. Bahkan, di detik-detik terakhir sebelum akhir hidupnya, dia sempat menuliskan sebuah puisi untuk Tuhan.
Andai aku bisa kembali
Aku ingin tidak ada tangisan
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada siapapunTuhan andai aku bisa memohon
Jangan ada tangis dan duka di dunia lagi
Tuhan andai aku bisa menulis surat untukmu
Jangan pisahkan aku dari sahabat dan orang yang aku sayanginAku ingin menjadi dewasa seperti burung yang bisa terbang ketika ia dewasa
Aku ingin ayah melihat aku ketika aku memiliki lagi keindahan geraian rambut..Tuhan surat kecilku ini
Adalah permintaan terakhirku andai aku bisa kembali..
*) Kata-kata yang ku bold, kata-kata yang bikin aku merinding..
Pada akhirnya sih, Gita tetap dipanggil yang Maha Kuasa pada tanggal 25 Desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Tapi, banyak hal yang bisa kita teladani dari seorang remaja 13 tahun yang hanya ingin supaya ayahnya bisa melihat keindahan rambutnya (yang rontok akibat kemotrapi berkali-kali).
Wuah, aku nggak sabar untuk beli bukunya. Ayo yang lainnya juga beli ya. Soalnya, sebagian dari hasil penjualan buku ini bakal disumbangin ke yayasan yang bernaung membantu penderita kanker di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi kan? Aku aja merasa ketinggalan karena buku ini ternyata udah lumayan lama beredar di toko buku.

Leave a Reply