header image
 

Today is Sunday

Nggak kerasa aku udah lebih dari 2 tahun kuliah di Bandung. Nggak kerasa juga, sebentar lagi umurku udah menginjak kepala dua. H-13 sebelum ulang tahunku aku mo recap apa aja yang udah aku dapatkan selama 19 tahun aku hidup dan mencoba mensyukurinya. Walaupun beberapa kesalahan telah aku perbuat, aku tetap mensyukurinya, karena biarpun aku (andai) bisa mengulang waktu, aku nggak ingin memperbaikinya, karena biar bagaimanapun, kesalahan-kesalahan itulah yang membimbingku pada kebenaran. Tanpa tahu yang salah, mana bisa aku tahu yang benar.

  1. Aku inget dulu waktu SD, aku bener-bener nggak bisa apa-apa. Ulangan slalu do-re-mi. Tapi aku percaya, nggak ada orang bodoh, yang ada orang malas. Walaupun IP-ku sekarang juga nggak bagus-bagus amat, tapi aku bersyukur karena aku masih merasa nggak bisa, dan itu bikin aku semangat belajar. Dan dengan begitu pula, aku nggak dikasih kesempatan sama Allah untuk takabur atau sombong.
  2. Aku inget dari dulu aku selalu nggak sependapat sama orang tuaku, selalu berdebat, selalu berantem, nggak pernah ‘ketemu’. Tapi sejak aku memutuskan kuliah di Bandung dan jauh dari orang tua, di situ pula aku mulai sadar. Aku capek memulai pertengkaran ini, dan mulai ‘berdamai’. Apalagi aku sadar, hanya aku dan kakakku yang mereka ‘punya’. Dan hanya mereka yang aku punya. Aku sadar bahwa aku terlalu menyayangi mereka.
  3. Walaupun tadinya sempat ragu, tapi Allah memang memberikanku yang terbaik. SMA tebaik. Mungkin bukan seperti apa yang teman-temanku dapatkan. Aku bukan siswa terbaik atau bahkan salah satu dari mereka di SMA. Tapi aku dapet pengalaman yang luar biasa. Aku pertama kali belajar semua tentang hidup. Membuatku jauh lebih dewasa dan tough. Bener-bener kawah Candradimuka. Di sanalah tempat aku belajar menghadapi banyak orang, termasuk orangtuaku sendiri (liat poin 2 .red). Aku menyebutnya ‘keluarga-keduaku’. Di SMA itu pula aku mendapatkan sahabat.
  4. Walaupun sempat sedih karena tidak diterima di Universitas yang aku inginkan, sekarang aku mengerti maksud-Nya memberiku tempat di tempatku berada sekarang. Biar aku lebih mendekatkan diriku pada-Nya. Aku sadar selama ini aku ‘jauh’ dari Dia. Walaupun sekarangpun masih sering bolong-bolong, tapi rasa bersalah yang dulu nggak pernah ada, sekarang udah ada.
  5. Aku selalu didekatkan dengan orang-orang baik. Walaupun Dia juga mempertemukan aku dengan yang ‘kanibal’, back-stabber, dkk, aku tetap bersyukur, karena dengan begitu aku sekarang bisa membedakan mana yang ‘asli’ dan mana yang ‘palsu’. Dan bahwa setiap orang pasti memiliki sifat positifnya masing-masing.

Itu cuma seujung kuku dari anugerah-anugerah kecil lainnya yang kudapatkan. Mungkin ada beberapa yang terlewat. Aku cuma manusia biasa yang ada silapnya. Aku masih punya banyak banget kekurangan. Salah satunya, aku masih susah memaafkan seseorang yang bener-bener bikin aku sakit. Mungkin bisa memaafkan, tapi tidak untuk melupakan, apalagi yang udah bener-bener keterlaluan. Tapi, aku sekarang tidak takut atau malu mengakui kesalahanku sendiri. Karena sebenarnya nggak ada gunanya menutup-nutupi. Emang manusia nggak ada yang sempurna, tapi aku hanya berdoa semoga di umurku yang ke-20 nanti, I’ll be a better person, a better woman. (Ciee, woman..)

Terima Kasih ya Rabb,

Ney

p.s: I really.. really.. miss my home. Bagaimanapun, aku akan selalu jadi my daddy’s lil girl..

~ by pinguin1632 on September 14, 2008.

Leave a Reply