I Don’t Feel Any Much Better
Banyak yang menasehatiku tentang cinta.. Karena aku masih ‘kecil’, seperti temanku yang satu ini..
Teman (T): Udalah ney, lo harus bilang mencari kejelasan tentang hubungan lo yang nggak jelas. Apa dia suka sama lo atau nggak? Jangan mau digantungin kayak gini terus..
Ney (N): Yaa, aku sih maunya juga gitu. Aku NGGAK mungkin banget bilang. Dan walaupun aku beranipun (which is nggak mungkin banget), aku nggak siap kalo harus mendengar dari mulutnya sendiri kalo kenyataannya dia nggak suka.
T: Yaah, at least lo bisa menentukan sikap apa yang mesti lo ambil. Mendekat atau menjauh.
N: — *iya juga sih*.. *oke deh*
Setelah kejadian malam yang complicated itu, semuanya udah jelas. Dia udah suka sama cewek lain, and unfortunately, she’s not me.. Idealnya sih, harusnya aku jelas harus menjauhi dia. But, I just can’t. Dia masih selalu menempel tepat di tempat yang seharusnya dia berada sebelumnya. Tapi ada yang berbeda kali ini. Semuanya udah jelas, dan keadaan ini agak lebih menyakitkan dari sebelumnya, because i feel like a loser.
Jadi, pantaskah aku menyesal karena saat itu memutuskan membuat semuanya menjadi jelas bagiku (mungkin tidak baginya, karena malam itu aku nggak pernah mengakui dialah dirinya)?
Maaf, tapi kali ini temanku salah.

haha…
all i can say is
better for us to live in the reality
no matter how hurt that is…
haha…
but it’s ok if people don’t think the same way,too..
haha…
masih pengen ktawa…
hahahahahaha…
huahahahahahaha
jahatnya gw
xsak said this on September 15, 2008 at 11:44 pm
kalo aku lebih memilih
white lie(s) daripada black truth(s)
boleh ga?
btw,black truth(s) apa ya?
aku juga agak bingung..
hahahaha
pinguin1632 said this on September 15, 2008 at 11:53 pm