header image
 

It’s You!

Dari dulu, nggak pernah aku ngerasa kayak begini sebelumnya. Kenapa harus jadi se-kompleks ini sih? Dulu, dengan cepatnya aku melupakan dan beralih ke yang lain. Tapi kenapa sekarang nggak bisa? Dulu, dengan mudahnya aku menyembuhkan diriku sendiri, tapi kenapa sekarang susah banget untuk sembuh? Apa karena dulu nggak pernah se-dalam ini? Kenapa aku nggak bisa mengalihkan pikiranku ke orang lain? Nggak peduli dia baik, perhatian, good-looking, atau apapun. Dimana otak dan pikiran-pikiran rasionalku? Kenapa aku jadi bodoh dan membodohi diriku sendiri? Padahal kita udah lama nggak ketemu, ngobrolpun cuma begitu-begitu aja, dan kenapa juga aku baru sadar sekarang? Bodoh, kayaknya semua sia-sia karena aku baru sadar sekarang.

Aku seharusnya kuat, tough, dan bukannya lembek dan bodoh kayak sekarang. Tapi mau gimana lagi. Hatiku menang. Dan aku sekarang hanya menurut saja apa katanya. Tau nggak? Salah satu tujuan magangku supaya aku nggak punya waktu lagi untuk mikirin apa kata hati, dengan harapan setelah capek aku mau langsung tidur, nggak ada waktu lagi mikirin dia. BUT THAT’S NOT WORKING AT ALL. Bahkan aku tambah mikirin dia sampe ketiduran. Dan belum tentu dia sekarang masih sama seperti dulu. Aku juga nggak tau kenapa omongan salah satu sahabatku di Jogja sana nggak bisa terlalu menghiburku lagi kayak kemarin.

Bodohnya, dulu pernah sempat aku bermimpi dia membalas SMS yang ku kirim, gara-garanya sebelum aku tidur, aku sempat ngirim SMS ke dia. Gara-gara kelamaan nunggu (padahal udah delivered) aku ketiduran. Dalam mimpiku, aku senang banget. Untuk sesaat, dalam mimpi itu aku merasa dapet kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Tapi, aku sadar itu mimpi dan membuka mata. Siapa tau dia benar-benar membalasnya. Tapi aku hanya mendapati wallpaper HP yang kosong tanpa ada SMS alert di dalamnya. Dan akupun terjatuh lagi. Sedih banget, padahal isi SMS-nya sama sekali nggak penting banget. Mungkin karena itu dia nggak membalas. Pertama, karena isinya nggak penting. Kedua, karena yang ngirim juga nggak penting. Huhu, sedihnyaa. Ternyata susah-susah gampang ya jadi apatis. But, hey, aku nggak mau setiap akhir dari postku sedih. Walaupun jauh dari kenyataan, lil’ part of my heart wants a happy ending. Hmmp.. Kayaknya butuh lebih dari doa untuk itu.

Daah,
ney

PS: Tertangkapkah olehmu di ujung sana? Can’t you see all the signs? It’s you whom I talking about, whom I dreaming about.. Yes, you..

~ by pinguin1632 on July 12, 2008.

One Response to “It’s You!”

  1. Thank you for your website ;) I made with photoshop backgrounds for myspace or youtube and even more
    my backgrounds:http://tinyurl.com/5assk2
    Hope you had a good day and thank you again!

Leave a Reply